Kemudian, lanjut Umi, ada sejumlah pengusaha lainnya yang sudah “listing” dipertemukan disini seperti dari PT. Mahakarya Guci Propertindo yang akan membangun Hotel Dafam di kawasan wisata Guci dengan nilai investasinya Rp. 135 miliar, PT. Lotte Shopping Indonesia yang akan membangun pusat grosir senilai Rp. 50 miliar dan PT. Sanial Jaya Mandiri, perusahaan properti perumahan dengan nilai investasinya Rp. 10 miliar. “Harapan kami dengan adanya investasi ini akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Kabupaten Tegal disamping mengejar pertumbuhan ekonomi lewat multiplier effect-nya”, ujar Umi.
Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat membuka CJIBF mengatakan bahwa target investasi Jawa Tengah tahun ini adalah Rp. 47.42 triliun. Ganjar optimis, pihaknya akan bisa memenuhi target tersebut karena Jawa Tengah memiliki daya saing dalam hal potensi, dukungan infrastruktur, tenaga kerja dan komitmen yang kuat untuk mendorong peningkatan investasi melalui kebijakan yang pro investasi.
“Kami telah membangun layanan perizinan yang mudah, murah, cepat dan terintegrasi sebagai terjemahan dari Online Single Submission”, katanya. Bahkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjut Ganjar, memperoleh predikat terbaik pada ajang penghargaan Investment Award dari Pemerintah RI tahun 2018 lalu.












