“Nanti akan diputuskan setelah hasil yang namanya scientific identifikasi kita bekerja,” ucapnya.
Barung menyatakan, nantinya kasus atap SDN Gentong ambruk ini ditangani bersama antara Polresta Pasuruan dan Polda Jatim. Dia memastikan kasus ini mendapat atensi khusus, karena ada korban jiwa.
“Kita ambil alih ini, bersama Polres Pasuruan Kota. Kita akan update terus ini,” kata Barung.
Seperti diketahui, 2 korban tewas terdiri dari satu siswa dan seorang guru, serta belasan siswa lainnya mengalami luka-luka akibat ambruknya atap di SDN Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Selasa pukul 08.30 WIB.











