Sigit, Ketua RW 02 Rangkah Buntu, menilai, upaya Risma dan jajarannya yang sering menyapa warga merupakan kegiatan positif. ”Kalau ada yang bilang pencitraan, itu berlebihan,” ujarnya.
Dukungan juga ditunjukkan Gatut Priyo Widodo, Ketua RT 06, Balas Klumprik, Wiyung. ”Kenapa itu saya bilang bukan pencitraan? Karena keliling kampung lalu diikuti kerja nyata. Kalau pencitraan, hanya melakukan kegiatan yang kesannya baik, namun tak ada tindakan konkrit di masyarakat,” jelas Dosen UK Petra Surabaya bergelar doktor ini.
Menurut Titik Mudjiana, pengurus RT 02 RW 09 Tempel Sukorejo III, Wonorejo, Tegalsari, para pejabat pemerintah kota dalam melaksanakan tugasnya sudah semestinya turun ke lapangan untuk mengecek dan mengevaluasi pelaksanaan program-program pembangunan.
”Kalau enggak turun, ya enggak tahu yang terjadi di lapangan,” kata Titik.
Seperti diketahui, politisi Nasdem Imam Syafii sebelumnya mencecar Walikota Risma dengan sejumlah tudingan, di antaranya pencitraan pejabat Pemkot Surabaya, termasuk Kepala Bappeko Eri Cahyadi.(hdi/cn03)












