Selain itu, Dinas Kesehatan juga membuat inovasi pemicuan karies gigi bagi anak-anak TK A. Ada pula lomba poster dan yel-ye1 gigi sehat pada anak sekolah dasar (SD). Hal ini penting untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak SD atau yang sederajat tentang kesehatan gigi dan mulut. “Lomba ini juga untuk meningkatkan kreatifitas anak didik dalam membuat alat peraga, khususnya poster dan Yel-Yel (gerak dan lagu) kesehatan gigi dan mulut. Acara ini sudah kami gelar beberapa waktu lalu,” tegasnya.
Sebagai informasi, berdasar data Dinkes Surabaya, karies gigi menempati posisi ke-7 dari 10 penyakit yang paling banyak dikeluhkan masyarakat di puskesmas. Dengan upaya Pemkot Surabaya, serta dukungan para pihak dan masyarakat, angka penyakit karies gigi diharapkan terus menurun.(adv)











