Selain itu, kata Fattah yang ditemui pada diskusi bersama Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), dalam perencanaan ke depan pelabuhan yang berada dibawah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) juga akan dibangun dengan standar internasional, untuk menggapai cita-cita menjadikan Jatim sebagai pusat logistik.
“Alurnya sekitar 20 meter dengan kedalaman -18 meter dan panjang 8 kilometer, selain itu potensinya tidak pernah mengalami sedimentasi, hal ini berbeda dengan Tanjung Perak yang harus melalui APBS dan sedimentasinya sangat tinggi yang berpengaruh pada perform biaya logistik,” katanya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kepala Cabang PT DABN, Djumadi mengatakan Pelabuhan Probolinggo awalnya dikembangkan karena adanya bencana lumpur Lapindo di Sidoarjo, sehingga untuk menggerakkan ekonomi Jatim di sisi Malang dan sekitarnya dikembangkanlah pelabuhan tersebut.



