Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto dalam sambutannya mengatakan mewujudkan keamanan sudah menjadi tugas dan tanggungjawab lembaga Kepolisian. Dengan kondisi keamanan yang baik itulah pelaksanaan pembangunan bisa berjalan sesuai harapan masyarakat.” Seperti kita lihat indikasi – indikasi dan capaian pembangunan sudah ditorehkan oleh Kabupaten Tegal dibawah kepemimpinan Ibu Umi Azizah” ujarnya
Dibagian lain dikatakan kurang lebih satu setengah tahun Kapolres beserta jajarannya mengawal keamanan di Kabupaten Tegal, bersyukur selama ini aman dan kondusif. Diungkapkan dibeberapa daerah menjadi sasaran konflik dari mulai Jakarta, Jabar, Malang, Surabaya dan terakhir di Papua dimana pemicu berawal dari kota Malang Jawa Timur. “ Jangan sampai di Kabupaten Tegal terjadi konflik apalagi menjadi pemicu konflik. Hal ini sangat merugikan nama baik Kabupaten Tegal” pesan kapolres.
Menurut Kapolres, dari beberapa kajian akademik yang sudah dilakukan terkait dengan munculnya konflik dilapangan. Beberapa indikasi itu, salah satunya adalah berkurangnya pemahaman multikultural , kondusifitas sosial yang semakin hari semakin memudar. Kondusifitas, kebersamaan itu harus dirawat sehingga multikultural tidak memuai dan rasa toleran tetap terbangun.Untuk merawatnya harus dengan membangun komunikasi dan silaturahmi. “ Bersyukur Kabupaten Tegal masih memiliki mulikuturalisme dan toleransi yang tinggi serta kondusifitasnya masih diambang batas. Saya berharap Kabupaten Tegal tidak memicukan konflik yang kemudian menasional. Ini sungguh tidak bagus dan sangat tidak elok” ujarnya












