“Padahal maksud awal pembentuk UU Kementerian Negara saat mengatur jabatan Wamen adalah diproyeksikan untuk kalangan profesional, mengingat jabatan menteri diasumsikan mayoritas sudah diisi oleh kalangan Parpol,” kata Bayu menegaskan.
Sikap Presiden yang demikian ini juga dinilai Bayu sebagai bentuk inkonsistensi atas janji pemerintahan yang sederhana, ramping namun kaya fungsi dan bekerja cepat. Padahal sebagaimana dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo sendiri dalam pidato pelantikannya sebagai Presiden pada 20 oktober yang lalu bahwa perlu dilakukan penyederhanaan birokrasi secara besar-besaran karena birokrasi yang ada saat dianggap terlalu gemuk. Bahkan Presiden juga menyatakan eselonisasi harus disederhanakan dari 4 eselon cukup menjadi 2 level eselon saja.
“Pengangkatan Wamen secara besar-besaran juga menyimpan bom waktu mengingat keberadaan wamen tidak selalu akan berkorelasi dengan peningkatan kinerja suatu kementerian melainkan justru berpotensi menimbulkan matahari kembar kepemimpinan di suatu kementerian, apalagi jika Menteri dan Wamennya berasal dari Parpol yang berbeda. Alih-alih mengefektifkan kinerja kementerian adanya persaingan perebutan pengaruh antara Menteri dan Wamen justru membahayakan soliditas kabinet dan membuat presiden sibuk dan habis waktu untuk mengurus konflik dalam kabinet dibandingkan fokus melayani kepentingan publik,” pungkas Bayu.
Berikut ini nama-nama calon wamen Kabinet Indonesia Maju:
1. Budi Gunadi Sadikin (Direktur Utama Mining Industry Indonesia): Wakil Menteri BUMN
2. Kartika Wirjoatmojo (Direktur Utama Bank Mandiri): Wakil Menteri BUMN
3. Mahendra Siregar (Dubes RI untuk Amerika Serikat): Wakil Menteri Luar Negeri
4. Alue Dohong (Deputi Badan Restorasi Gambut): Wamen Lingkungan Hidup dan Kehutanan
5. Suahasil Nazara (Kepala Badan Kebijakan Fiskal): Wakil Menteri Keuangan
6. Zainut Tauhid (PPP): Wakil Menteri Agama
7. Jerry Sambuaga (Golkar): Wakil Menteri Perdagangan
8. John Wempi Wetipo (PDIP): Wakil Menteri PUPR
9. Surya Tjandra (PSI): Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang
10. Angela Tanoesoedibjo (Perindo): Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
11. Wahyu Sakti Trenggono (Pengusaha/Bendahara TKN): Wakil Menteri Pertahanan
12. Budi Arie Setiadi (Ketum Projo): Wakil Menteri Desa dan PDTT.(dtc/ziz)











