Masih menurut Fauzie, kalau dilihat dari kajian psikologi politik dan antropologi budaya, Surabaya itu sangat kental dengan karakter budaya arek, ada beberapa hal yang menjadi identitas budaya arek yakni spontanitas dan demokratis.
“ Anda bisa lihat, prilaku-prilaku yag dimunculkan Risma sebagain besar mencirikan budaya arek, mulai dia yang turun langsung kejalan, dan sifat yang spontanitas seperti kasus rusaknya taman di taman Bungkul dan lain sebagainya”imbuh pria yang menjabat sebagai wakil dekan I Fakultas Psikologi Universitas Hang Tuah Surabaya ini.
Yang ditunjukkan Risma adalah, lanjut Fauzie, lebih menunjukkan konsistensi sebuah perilaku yang tidak menunjukkan ke wali kotaannya, itu yang menjadi konsistensi Risma sehingga ia memunculkan budaya arek dan inilah yang menjadikan Risma begitu kuat d Surabaya.
Fauzie, menambahkan bahwa meskipun semua itu tidak lepas dari campur tangan partai, namun tidak bisa dipungkiri trend pemilu kali ini lebih menunjukkan pertarungan dari figur.












