“Pas kejadian itu saya lagi kerja. Pas pulang mobil udah dipindahin sama warga, saya harap ada ganti rugi,” katanya.
Pengurus RW 1, Cecep Irfan Ali Akbar mengatakan, tiga torn untuk sumur artesis berkapasitas masing-masing lima ribu liter pun meleleh hingga tak bisa dipakai kembali.
“Dari pihak PT CREC (PT China Railway Group Limited) sudah menghubungi kami, mereka meminta agar warga yang mengalami kerugian dibuat daftarnya. Dari perusahaan nanti ke sini untuk berkomunikasi dan mengganti kerugian,” ujar Cecep.
Petugas dari kepolisian dan Pertamina bersiaga di sekitar lokasi kejadian. Garis polisi pun terpasang di sekeliling titik pipa yang bocor.












