Cakrawala DaerahHeadline

Santri Ponpes Maha’dut Tholabah Kibarkan Sang Merah Putih

×

Santri Ponpes Maha’dut Tholabah Kibarkan Sang Merah Putih

Sebarkan artikel ini

Kelima, gerakan komunitas seperti kesenian dan sastra tumbuh subur di pesantren. Seni dan sastra sangat berpengaruh pada perilaku seseorang, sebab dapat mengekspresikan perilaku yang mengedepankan pesan-pesan keindahan, harmoni dan perdamaian. Selanjutnya, adapun alasan keenam adalah lahirnya beragam kelompok diskusi dalam skala kecil maupun besar untuk membahas hal-hal remeh sampai serius.

Ketujuh, merawat khazanah kearifan lokal. Relasi agama dan tradisi begitu kental dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sehingga pesantren dapat menjadi ruang yang kondusif untuk menjaga lokalitas di tengah arus zaman yang semakin pragmatis dan materialistis. Kedelapan, prinsip maslahat atau kepentingan umum merupakan pegangan yang sudah tidak dapat ditawar lagi oleh kalangan pesantren. “Tidak ada ceritanya orang-orang pesantren meresahkan dan menyesatkan masyarakat. Justru kalangan yang membina masyarakat kebanyakan adalah jebolan pesantren, baik itu soal moral maupun intelektual,” pungkas Umi.

Terakhir kesembilan yaitu penanaman spiritual. Tidak hanya soal hukum Islam atau fiqih yang didalami, banyak pesantren juga melatih para santrinya untuk tazkiyatunnafs yaitu proses pembersihan hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *