Cakrawala DaerahHeadline

Santri Ponpes Maha’dut Tholabah Kibarkan Sang Merah Putih

×

Santri Ponpes Maha’dut Tholabah Kibarkan Sang Merah Putih

Sebarkan artikel ini

Bupati Tegal Hj. Umi Azizah dam sambutannya mengatakan pesantren adalah laboratorium perdamaian. Karena pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatan lil alamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama. Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural. Dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud serta dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia, ujar Umi

Umi menyebutkan setidaknya terdapat sembilan alasan dan dasar mengapa pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian.  Pertama, kesadaran harmoni beragama dan berbangsa. Kedua, metode mengaji dan mengkaji. “Perlawanan kultural di masa penjajahan, perebutan kemerdekaan, pembentukan dasar negara hingga melawan pemberontakan PKI tidak lepas dari peran kalangan pesantren. Sampai hari ini pun komitmen santrisebagai generasi pecinta tanah air tidak kunjung pudar. Sebab, mereka masih berpegang teguh pada kaidah hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air sebagian dari iman,” kata Umi.

Ketiga, para santri terbiasa dengan ajaran khidmah atau pengabdian. Ini merupakan ruh dan prinsip loyalitas santri yang dibingkai dalam paradigma etika agama dan realitas kebutuhan sosial. Keempat, pendidikan kemandirian, kerjasama dan saling membantu di kalangan santri. “Lantaran jauh dari keluarga, santri terbiasa hidup mandiri, memupuk solidaritas dan gotong royong sesama para pejuang ilmu,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *