Menurut keterangan saksi mata, api mulai tampak di hutan produksi milik Perhutani, tepatnya di petak 51D sejak Minggu (20/10) sore. Api bertambah besar seiring kencangnya tiupan angin.
Sulitnya medan menghambat proses pemadaman. Tim gabungan yang terdiri aparat polsek, Koramil, warga desa dan unsur lainnya berjibaku memadamkan dengan peralatan seadanya.



