Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan peningkatan kualitas SDM KIM agar para anggotanya bisa mengangkat potensi dan kearifan lokal. Caranya, potensi lokal disebarluaskan melalui blog, vlog atau media sosial lainnya. “Dengan kemasan tampilan gambar dan tata bahasa yang menarik yang diunggah di media online diharapkan bisa mambawa dampak positif bagi masyarakat luas,” katanya.

Ia pun mencontohkan, beberapa peran penting KIM diantaranya berkaitan dengan sosialisasi pemberantasan jentik-jentik nyamuk. Melalui informasi tersebut, masyarakat menjadi mengerti bagaimana cara efektif dalam menanggulangi nyamuk yang membawa virus dengue atau demam berdarah. Di sisi lain, KIM menunjukkan dan mempromosikan kampung-kampung yang mempunyai potensi lokal.
Kiprah KIM Surabaya terus berkembang. Kemajuan KIM ditunjukkan dengan serangkaian prestasi yang diraih, diantaranya Lomba Cerdas Cermat Komunikatif (LCCK) pada event Jatim Kominfo Festival, 1 – 4 Oktober 2019. Di ajang tersebut, KIM Mesem, Sukolilo Surabaya meraih juara 1 LCCK Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2019.
Prestasi serupa di tahun sebelumnya juga pernah disandang KIM Mojo, Gubeng. Dengan sederet prestasinya itu, tak heran jika KIM Surabaya menjadi jujugan studi banding sejumlah daerah lainnya di tanah air, seperti Malang, Batam dan Merauke.











