“Diduga itu jenis dari FN, kalibernya besar itu, 9 mm,” jelas Hendro Wahyono.
Hendro menjelaskan, peluru jenis FN bukan senjata yang biasanya digunakan aparat kepolisian. Hingga kini pihaknya masih mencari siapa sosok di balik pembuangan ratusan peluru jenis FN di Kota Yogyakarta ini.
“Kita sedang mencari kira-kira yang membuang siapa. Langkah pertama yang sudah kita lakukan adalah kita mencari CCTV di sekitar TKP. Namun demikian sampai sekarang tidak ditemukan adanya CCTV,” ungkap Hendro.
“Namun nanti tetap kita upayakan, mudah-mudahan ada titik terang. Karena kalau CCTV-nya ada itu sangat membantu kita. Namun sampai sekarang kita belum menemukan CCTV di sekitar lokasi ini,” sambungnya.
Saat ditanya apakah penemuan peluru aktif ini bagian dari teror, Hendro enggan menjawab.












