Di sisi lain, Komisi C juga mendorong supaya BUMD milik Pemprov Jatim bisa lebih maksimal kinerjanya sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan kepada Pemprov Jatim. Sebab berdasarkan laporan yang ada hanya beberapa BUMD saja yang produktif sedangkan yang lain kurang maksimal. “Pada November mendatang kami akan upayakan menggelar rapat lagi dengan BUMD Jatim, jika memang tidak bisa dimaksimalkan, ya kami akan merekomendasikan supaya dimarger saja BUMD yang cenderung terus merugi supaya tidak membebani APBD Jatim,”katanya.
Fawaid yang juga politisi asal Fraksi Gerindra Jatim ini menambahkan, bahwa rapat dengar pendapat ini tujuan awalnya adalah silaturrahim antara seluruh anggota komisi dengan dengan jajaran OPD di lingkungan Pemprov Jatim yang menjadi mitra kerja komisi bidang keuangan. “Kami ini khan baru dilantik menjadi anggota DPRD Jatim periode 2019-2024, dan baru saja terbentuk alat kelengkapan dewan, jadi perlu perkenalan dengan OPD yang menjadi mitra kerja supaya terbangun kerjasama yang baik antara DPRD dengan Pemprov Jatim,”pungkasnya. (Caa)












