Sementara itu berdasarkan catatan GPEI Jatim, total ekspor kopi dan teh ke Taiwan masih sangat kecil, yakni sekitar 3 persen dari total ekspor sejumlah komoditas Jatim ke negara tersebut.
Sebelumnya, pengamat kopi internasional asal Banyuwangi, Setiawan Subekti mengatakan saat ini banyak konsumen baru kopi dunia bermunculan, seperti halnya China dan Rusia.
Ia mengatakan China yang sebelumnya dikenal dengan produk tehnya dan Rusia juga dikenal dengan Vodca, kini sudah mulai beralih ke kopi, terutama generasi mudanya.












