Menurut Joko, event kreatif ini tidak hanya mampu memberikan suguhan yang menarik, tetapi lebih esensial daripada itu yaitu menumbuhkan semangat dan kecintaan generasi muda pada budaya nusantara melalui gerakan membeli Indonesia, membeli batik karya anak negeri.
“Jadi jangan hanya mengamati peraga busananya saja, apalagi yang muda-muda dan cantik. Tapi amati pula kreasi model dan corak yang terkandung pada setiap motif batiknya,” ungkap Joko.
Lanjut Joko, karena motif batik yang diciptakan para desainer batik sesungguhnya memiliki sarat makna filosofis.
Joko mengatakan batik bukan sekedar seni lukis diatas media kain, tetapi lebih dari itu, batik sebagai wastra nusantara yang sudah menjadi identitas bangsa Indonesia yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia sejak ditetapkan UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 lalu.











