Guna menciptakan pemahaman kepada khalayak tentang jenis penyakit ini dan sistem penangannya, juga ditampilkan pementasan dalam bentuk drama.
“Sosialisasi melalui pentas seni ini kami gelar, karena dengan cara begini, akan lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh masyarakat umum,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan, Farid Anwar.
Sementara, terkait kasus stunting atau balita kerdil ini, Global Nutrition Report 2016 mencatat bahwa prevalensl stunting di Indonesia berada pada peringkat 108 dari 132 negara.
Di samping itu, Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 17 negara yang mengalami beban ganda gizi, baik kelebihan gizi maupun kekurangan gizi.
Sedangkan di kawasan Asia Tenggara, prevalensi stunting di Indonesia merupakan tertinggi kedua, setelah Kamboja. (wan/an)












