“Ini tentu tidak lepas dari peran semua pihak, terutama pada petugas medis dari dinas kesehatan (Dinkes) yang tersebar di berbagai kecamatan di Pamekasan ini,” ujar Raja’e.
Mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan ini selanjutnya mengajak, agar kegiatan “Kampanye Sehat Cegah Stunting” itu tidak hanya menjadi kegiatan formal belaka, akan tetapi para petugas medis, para kader posyandu dan jajaran kepala puskesmas dan Dinkes Pemkab Pamekasan lebih serius dan semangat untuk terus menekan angka kasus anak kerdil di Pamekasan.
Penyakit stunting ini merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan.
Kampanye Sehat Cegah Stunting yang digelar Dinkes Pamekasan bersama jajarannya, Minggu (29/9) itu ditandai dengan penyuntikan dengan menggunakan jarum suntik raksasa oleh Wabup Pamekasan Raja’e dan pembacaan deklarasi.
Sebelum deklarasi, Wabup bersama Forkopimda Pemkab Pamekasan bersama ribuan warga dari 13 kecamatan melakukan jalan-jalan sehat berkeliling kota Pamekasan dengan membawa spanduk, dan poster tentang ajakan hidup sehat dan mencegah stunting.
Masing-masing puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu) juga memamerkan teknik dan upaya promosi penanganan kasus balita kerdil itu kepada masyarakat di stand masing-masing.












