Tetapi ia menerangkan tuntutan itu masih akan dirumuskan kembali dalam rapat konsolidasi terbuka sore ini.
Salsabila Nadia menyatakan aksi demo dengan meliburkan diri sudah dikomunikasikan dengan pihak civitas akademika. Prinsipnya, pihak akademik tidak melarang mahasiswa menggelar demo.
“Nanti sore, pihak akademik juga kami undang dalam konsolidasi terbuka,” katanya.
Sedangkan dosen komunikasi Stikosa-AWS Fajar Arifianto mengatakan pihak kampus memberikan kebebasan kepada mahasiswa. Terkait aksi meliburkan diri itu, menurut Fajar, pihak kampus mempersilakan mahasiswanya tidak kuliah untuk menyuarakan aspirasinya.
“Kami rasa teman-teman (mahasiswa) sudah memiliki nalar dewasa. Mereka ingin menyuarakan aspirasi. Jadi kami tidak mempermasalahkan jika teman-teman meliburkan diri,” lanjutnya.
Bahkan Fajar menyatakan aksi ini mendapat dukungan dari sejumlah dosen. Para dosen memberikan support ke mahasiswa dengan akan turut serta pada aksi itu.
“Termasuk saya. Kebetulan saya hari Kamis tidak ada jam mengajar. Saya akan ikut bergabung dengan mahasiswa,” terang mantan anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) ini.












