Cakrawala NasionalCakrawala SurabayaHeadlineIndeks

Prepcom III, Momentum Warga Surabaya Tunjukkan Keramahan ke Dunia

×

Prepcom III, Momentum Warga Surabaya Tunjukkan Keramahan ke Dunia

Sebarkan artikel ini

“Kita sudah punya modal yang bagus, tinggal masyarakatnya yang mengimbangi. Saya harapkan pers bisa ikut membantu mempublikasikan sehingga warga bisa ramah dalam menyambut ribuan tamu. Warga harus berperilaku yang sebaik-baiknya. Seperti kalau ada tamu yang beli barang, jangan di mahal-mahalkan. Atau kalau naik taksi, jangan diputar-putarkan,” tegas Johan Silas ketika media gathering di ruang ATCS, Lantai VI kantor Pemkot Surabaya, Kamis (14/7).

Menurut Johan Silas, Prepcom III for Habitat III merupakan ajang promosi luar biasa bagi Kota Surabaya dan juga warga nya. Sebab, ribuan tamu akan datang. Termasuk beberapa negara miskin yang akan datang dengan dibiayai oleh PBB. “Kita mendapatkan kesempatan promosi seperti ini kapan lagi. Karena ini promosi yang tidak akan terulang,” sambung dia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati menambahkan, digelarnya agenda Prepcom III di Surabaya merupakan kesempatan emas bagi warga Surabaya. Karenanya, momentum tersebut harus bisa ditangkap oleh warga Kota Surabaya. “Peluang ini harus diambil oleh semua orang. Masyarakat kita punya keramahan. Hospitality itu yang kita harapkan dimunculkan warga ketika menyambut ribuan tamu,” ujarnya.

Dijelaskan Wiwiek, ada banyak potensi di Kota Surabaya yang bisa dipromosikan. Memang, Surabaya tidak dianugerahi potensi yang bersifat alam. Namun, Surabaya punya keunikan dalam sosial budaya. Potensi itulah yang nantinya akan diekspos secara simultan selama ribuan tamu berada di Surabaya. Bahkan, sebelum agenda dimulai, per 21 Juli, sudah banyak event yang disiapkan untuk para tamu.

“Potensi yang kita punya akan kita kemas untuk disajikan kepada mereka. Kesiapan kita tidak hanya merancang kegiatan, tetapi juga kesiapan masyarakat. Kita akan tunjukkan bahwa Surabaya mampu meng-handle event bertaraf internasional. Dan itu bisa jadi modal bagi kita ke depan. Sebab, sukses di sini akan bisa mengokohkan Surabaya sebagai MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibitoan/pertemuan, insentif konvensi dan pameran) Indonesia,” jelas Wiwiek.

Sementara Kabid Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko), Gde AA Dwija mengatakan, sebagai tuan rumah, Surabaya mengharapkan bisa mendapatkan multi player effect dari penyelenggaraan Prepcom III ini. Diantaranya okupansi hotel-hotel di Surabaya akan meningkat. Juga mal-mal dan restoran juga UKM warga akan ramai dikunjungi serta ada banyak tamu yang berbelanja untuk mencari oleh-oleh dan souvenir.

“Bu wali bilang manfaatkan betul event ini segala pesona yang ada di Surabaya. Tarian, kuliner juga produk-produk UKM yang bisa dipasarkan. Misal suatu saat tertarik sehingga diimpor ke negara mereka. Surabaya harus punya linkage tidak hanya di nasional tetapi juga internasional. Kita sebagai tuan rumah punya kesempatan untuk mempromosikan Surabaya baik sisi culture sehingga orang ingat Surabaya dan akan datang lagi sehingga investasi di Surabaya bisa naik,” jelas Dwija.

Dwija menambahkan, agenda Prepcom III di Surabaya akan sangat penting dalam menuju United Nation Habitat III di Quito pada Oktober nanti. Sebab, di Quito itu sekadar deklarasi saja. “Tapi materi nya digodok di Surabaya. Nah, etalase bagaimana mewujudkan permukiman itu bisa dilihat di Surabaya. Penyusunan new urban agenda bisa dilihat di Surabaya,” sambung dia. (mnhdi/cn02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *