“Memang masyarakat di Asmat masih banyak yang belum mendapatkan bantuan rumah dan kebetulan ada kejadian kebakaran ratusan rumah di Distrik Agats. Banyak masyarakat korban kebakaran yang kurang mampu sehingga bantuan perumahan sangat diperlukan. Kami juga perlu melakukan relokasi rumah akibat pembangunan Bandara Ewer,” katanya.
Dirinya menerangkan, Jumlah bantuan yang dibutuhkan untuk penanganan korban kebakaran sebanyak 230 rumah sedangkan untuk relokasi rumah di sekitar Bandara Ewer sebanyak 200 rumah. Saat ini, Pemkab Asmat sedang melakukan pengembangan Bandara Ewer agar panjang bandara bisa diperpanjang jadi 1600 meter.
Pemkab Asmat telah menyediakan tanah tidak jauh dari Bandara Ewer untuk relokasi sekitar 200 rumah 200. Di lahan tersebut rencananya akan dibangun sejumlah fasilitas umum, jalan lingkungan, sarana pendidikan sert gereja. Kampung Ewer. Adapun ukuran rumah untuk relokasi warga adalah tipe 36 meter persegi. Kita harapkan dapat 36 meter persegi.
“Kami harap ke depan pesawat ATR bisa mendarat di Bandara Ewer sehingga keselamatan penerbangan jadi prioritas. Kami sudah menyediakan lahan relokasi di Kampung Ewer tidak jauh dari Bandara Ewer,” terangnya. (Pupr/jnr/wan)



