“Babad Demak ini ditulis dengan huruf Arab, namun berbahasa Jawa. Koleksi saya peroleh dari berbagai daerah, mulai dari Malang, Yogyakarta, hingga Mataram,” ujar Lulut.
Selain Babad Demak, koleksi lain manuskrip kuno milik Lulut antara lain adalah Quran, Jenggala, dan Kerajaan Pandalu. Selain itu juga terdapat primbon yang ditulis dengan aksara Jawa, dan bahasa Belanda.
Dari total sebanyak 20 koleksi manuskrip yang dimiliki Lulut, tidak semuanya dipamerkan di Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang. Ia hanya menunjukkan kurang lebih sepuluh koleksi yang berada dalam kondisi baik.
Sementara sisanya, berada di rumahnya yang juga Perpustakaan Sejarah dan Budaya, Puspa Lulut, dikarenakan kondisinya rapuh. (an/wan)



