Berita UtamaCakrawala SurabayaIndeks

Dari Pendidikan, Kesenian, hingga Jabatan jadi Rajutan Tali Persaudaraan Warga Papua dan Surabaya

×

Dari Pendidikan, Kesenian, hingga Jabatan jadi Rajutan Tali Persaudaraan Warga Papua dan Surabaya

Sebarkan artikel ini

“ Contohnya banyak yang sudah kita lakukan bersama-sama disini. Seperti perayaan Natal dan perayaan injil masuk ke tanah Papua juga kita peringati disini bersama-sama dengan warga Surabaya “ urainya.

Lantas, ia juga menyebut betapa terbukanya Surabaya ini sampai ada sekitar 500 lebih warga papua yang sudah lama menetap di Surabaya bisa memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Surabaya.

“ Sekitar 500-an lebih warga Papua yang tergabung dalam anggota IKBPS sudah memiliki KTP Surabaya “ paparnya.

Kondisi tersebut menurutnya, disebabkan salah satunya adalah adanya perkawaninan warga Papua dengan warga Surabaya. “ Ada yang sudah menetap lama sehingga sampai menikah dengan warga Surabaya “ tuturnya.

Namun, Ia pun mengakui disetiap hubungan mesti ada sebuah intrik dan gesekan-gesekan, namun lantaran adanya komunikasi yang baik sehingga gesekan-gesekan tersebut berupah menjadi bumbu yang makin merekatkan hubungan persaudaraan tersebut.

“ Disetiap terjadi gesekan tidak langsung responsif namun,  selalu melakukan komunikasi terlebih dahulu sebelum masuk. Biasanya para ketua-ketua komunitas ataupun organisasi masyarakat (Ormas) melakukan komunikasi kepada kami terlebih dahulu. Sehingga gesekan-gesekan tersebut begitu cepat terselesaikan dengan kepala dingin dan kondusif. Yang paling penting komunikasi “ bebernya.

Selain komunikasi yang intens, lanjut Pieter, rasa saling menghormati dan memahami karakter begitu nampak dan sangat kuat.

“ Kalau soal solidaritas masyarakat Surabaya begitu kuat. Kita memahami itu karena mereka mendapatkan merah putih itu, bukan dari dapat menjahit. Mereka itu merobeknya dari bendera Belanda yang penuh dengan perjuangan “ paparnya.

Selain itu rasa persaudaraan juga semakin hangat saat mereka menggelar Silaturahmi Akbar (Silatbar) Arek-arek Suroboyo, dimana dalam Silatbar tersebut semua komunitas dan ormas berkumpul jadi satu.

“ Lewat Silatbar itu kami melakukan kegitan bersama berkumpul bersama dan saling menjaga “ katanya.

Tak hanya dalam sektor masyarakat yang terbuka. Disektor pemerintahan pun Kota Surabaya begitu terbuka dalam memberikan kesempatan kepada masyarakat Papua untuk mengemban amanat jabatan strategis di lingkungan Pemkot Surabaya.

Salah satu anak Papua yang memiliki prestasi gemilang dalam berkarier di jajaran Pemkot Surabaya yakni Muhamad Fikser, pria asal kota Serui ini mendapat kesempatan menduduki jabatan sebagai kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Kota Surabaya. Dimana instansi Humas tersebut merupakan organisasi perangkat daerah (OPD) milik pemkot Surabaya yang memiliki hubungan langsung dengan masyarakat dan menjadi alat komunikasi Pemkot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *