Ia mengatakan getaran gempa bumi yang dirasakan warga Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat dengan intensitas maksimal III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah.
Terasakan getaran gempa oleh warga itu seakan-akan ada mobil truk sedang berlalu.Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.
Ardhianto menambahkan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter dangkal, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal.
“Gempa bumi tersebut terjadi akibat aktivitas sesar aktif, hasil interaksi sesar naik busur belakang Flores (Flores Back Arc Thrust),” katanya.












