Terkait ketersediaan air bersih yang dituding sebagai biang merebaknya hepatitis A beberapa waktu kemarin, Indartato menyampaikan jika pihaknya, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan pengiriman air bersih ke kawasan-kawasan terdampak kekeringan. Hanya saja, karena jumlah armada terbatas, droping tidak dapat dilakukan sebanyak yang diinginkan masyarakat.
Di sisi lain, bupati berharap agar rencana pembangunan Bendungan Wadang di wilayah setempat dapat disetujui masyarakat serta direalisasikan, sebab dapat memenuhi kebutuhan air bersih pada lokasi yang berbatasan dengan Kabupaten Trenggalek itu.
Kadinkes Pacitan Eko Budiyono menyampaikan melalui gerakan Taspen (Tatalaksana Penderita) saat ini penanganannya telah mencapai angka 95 persen.“Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada lagi yang dirawat,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Namun demikian, pihaknya tidak ingin kecolongan. Pemantauan akan terus dilakukan. Demikian pula dengan laporan-laporan yang disampaikan per minggu secara terus menerus karena tingginya mobilitas warga. Bahkan hal itu dilakukan secara daring, dan diketahui langsung oleh Kementerian Kesehatan RI.
Eko juga mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga kebersihan dengan mencuci tangan menggunakan sabun, khususnya setelah dari kamar kecil.












