Samukrah yang ditanya mengenai persoalan rendahnya serapan tembakau saat panen di beberapa wilayah Madura, khususnya Sumenep, mengakui bahwa kontribusi tembakau dari wilayah Madura ke Jatim cukup besar, sekitar 55 persen, namun petani selalu dirugikan mengenai harga.
“Yang kami inginkan adalah pembelian dengan harga tinggi di saat hasil bagus pada musim panen berlangsung, dan tidak menunggu terlalu lama karena akan menurunkan kualitas dan harga,” katanya.
Sebelumnya, kata dia, sejumlah petani di Sumenep menggelar aksi yang bertujuan mendorong agar tembakau mampu terjual dengan harga tinggi saat panen berlangsung, namun kenyataannya penyerapannya cukup rendah.



