Abasari melanjutkan, pada acara Night Slawi Batik Carnival, dirinya menyadari acara tersebut mendapat animo tinggi dari publik. Dirinya juga memandang Night Slawi Batik Carnival tak sekedar kompetisi peragaan busana kreatif atau semata-mata hiburan. Melainkan bagian dari cara bangsa Indonesia menjaga, melestarikan warisan budaya.
“Mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan generasi muda kita pada produk dan karya anak negeri,” pungkasnya.
Acara Penutupan Gebyar 74 Tahun Kemerdekaan RI Tahun 2019 berjalan lancar, terdapat berbagai penampilan drama kolosal dari sanggar Aji Wiraga Ft Sangaji, Difabel Slawi Mandiri serta teater Jas Merah.(wan/Dasuki)



