Bacaan 5 pilar tersebut mengajarkan nilai-nilai luhur tentang kejujuran, spiritual dan sosial, peduli pada alam, serta menjauhkan diri dari sifat mengambil hak orang lain.
Adapun ajaran Samin ini ialah sebagai sebuah pergerakan atau sikap bahwa perjuangan tidak harus dilakukan dengan cara kasar. Karena ketegasan atas sikap akan berbuah keberhasilan.
Ajaran samin merupakan ajaran turun temurun yang sudah ada sejak zaman nenek moyang yang mempunyai nilai luhur dan menjadi bagian dari prilaku keseharian masyarakat Bojonegoro yang dapat menjadikan sebuah identitas pembeda dengan masyarakat di daerah lain.
“Sebagai masyarakat Bojonegoro, kita harus bangga. Karena ajaran Samin Soerosentiko telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai warisan budaya tak benda,” pungkasnya.(wan/pndm.jngr)












