Melihat kondisi ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jatim mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah tersebut.
“Ribuan liter air bersih dikirimkan ke Terongbangi, pada Kamis (29/8). Banyak warga yang mengantre untuk mendapatkan air. Bahkan, mereka datang dari dusun-dusun sekitar. Kami berkomitmen untuk terus mengirimkan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan parah seperti di Terongbangi ini,” katanya.
Usman, warga Terongbangi menyatakan, bantuan air memang sangat diharapkan warga. Air menjadi keperluan utama tiap hari dan harus dipenuhi.
“Ribuan liter ini dapat disimpan hingga 3 hari ke depan,” katanya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menyatakan, Kabupaten Gresik merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang mengalami kekeringan terparah. Tercatat ada 62 desa tersebar di 8 kecamatan mengalami krisis air bersih.
ACT Jatim terus menghimpun kepedulian masyarakat untuk membantu atasi kekeringan di Jatim. Selain program pendistribusian air bersih, ACT juga memiliki program sumur wakaf untuk atasi kekeringan. (wan/an)












