Kini, kondisi di eks lokalisasi Dolly semakin pantas disebut kawasan yang ramah anak, seiring dengan Kota Surabaya yang selalu rutin dinobatkan sebagai kota layak anak. “Alhamdulillah kawasan eks lokalisasi Dolly ini sudah seperti daerah lain di Surabaya yang ramah anak,” kata Camat Sawahan M. Yunus.
Yunus memastikan bahwa masalah pendidikan dan kesejahteraan anak memang selalu menjadi prioritas selama ini. Data terakhir, sebanyak 889 anak di bawah usia 17 tahun tinggal di eks lokalisasi Dolly ini. “Mereka semuanya berada dalam pengawasan kami,” tegasnya.
Demi menjamin kualitas hidup anak-anak itu, pria yang lima tahun menjabat Camat Sawahan ini mengatakan, pihaknya selalu menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat supaya ikut berperan aktif dalam menjaga situasi di sekitarnya. Bahkan, jajaran TNI dan Polri juga ikut aktif memantau berbagai situasi yang terjadi, sehingga benih-benih tindakan pelanggaran hukum yang berpotensi muncul di kawasan itu bisa dicegah lebih awal.
“Kami menjaga jangan sampai muncul benih macam-macam. Jangan sampai ada anak putus sekolah, kemudian bagaimana anak yatim piatu dicarikan jalan keluar, sehingga terjamin pendidikannya,” pungkasnya.(adv)











