Mantan Ketua MK Jimly Asshidiqie mengatakan baru kali ini menyaksikan ada institusi pengadilan yang menerbitkan 25 buku sekaligus. Menurutnya, penerbitan buku ini baik untuk menumbuhkan pagar moral dan intelektual di MK.
“Luar biasa karena saya rasa tidak ada di dunia, apa lagi Indonesia, kegiatan seperti menerbitkan 25 buku di lembaga peradilan hanya ada di MK RI dan di Indonesia, tempat lain juga ga ada, apa lagi tahun depan naik jadi 30, luar biasa. Ini tradisi yang baik mudah mudahan dilanjutkan,” kata Jimly.
“Kita harus membangun namanya moral and intelektual fence, pagar moral dan intelektual supaya bujuk rayu kekuasaan dan bujuk rayu kekayaan tidak mempengaruhi cara kerja dan cara berpikir dunia kehakiman,” sambungnya.(dtc/ziz)



