Menurutnya, untuk mendapatkan uang bukan hanya dari berjualan produk pertanian, perkebunan dan ini dulu juga pernah diterapkan di Trawas Jawa Timur, bahwa jual viev (Pemandangan) atau aktivitas uangnya lebih banyak daripada pertanian. “Kebutuhan outboand sekarang anggarannya semakin besar diterapkan oleh desa disini,” ungkapnya.
Oleh karena itu, BI masuk dan bersinergi dengan mereka (Kampung Flory), intinya BI masuk bukan dari nol tetapi sudah ada bibitnya tinggal disinergikan dalam bentuk seperti fasilitas jalan, pelatihan digital marketing, dan mempromosikan biisa melalui artikel sehingga bisa dibaca oleh pemuda desa di Jawa Timur.
“Harapan saya kalau bisa artikel ini di baca oleh pemuda-pemuda di desa di Jawa Timur yang punya potensi sehingga bisa menerapkan seperti ini, kalau perlu belajar ke Pak Sudi Hartono salah satu pengelola kampung Flory ini,” kata Difi.












