Ia menyebut, salah satu contoh penerapan industri 4.0 adalah sistem pembayaran tol yang menggunakan e-money. Selain itu, berbagai layanan aplikasi yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat juga sudah tersedia. Hal ini pastinya berdampak pada efisiensi tenaga kerja.
“Hal-hal semacam itu yang tidak saya duga sebelumnya, untuk itu persaingan yang semakin ketat ini saya berharap pencaker juga menyiapkan skill pendukung lain agar dapat diperhitungkan,” terangnya.
Karena itu, agar para pencaker mendapat keahlian lain, pihaknya meminta kepada semua peserta supaya peka terhadap peluang yang ada di sekitar. Sehingga nantinya peluang-peluang tersebut dapat diisi. Bahkan mereka mampu menciptakan peluang bagi orang-orang yang membutuhkan.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Surabaya, Wieke Widyawati mengatakan, dalam hari ini jumlah peserta mencapai 4.211 pencaker. Peserta tersebut tidak hanya dari Kota Surabaya saja, namun diikuti umum dari berbagai kota.
“Selama dua hari ini menurut angka pendaftaran mencapai 7.300 pencaker. Namun yang asli pendaftar dari warga Surabaya sebanyak 2.652,” kata Weike.
Sementara itu, kata Weike, total lowongan pekerjaan yang dibutuhkan pada 40 perusahaan tersebut adalah 1.150. Maka dari itu, pihaknya berharap agar pencaker dapat berkompetisi dengan maksimal di skesempatan ini.












