“Kami tetap mengupayakan cara-cara pendekatan adat untuk bertemu dengan mereka. Hari ini kami tidak bertemu dengan mereka bukan berarti gagal, tidak. Ini kesempatan yang tertunda saja karena kami pun datang tiba-tiba mungkin kami kembali akan mempersiapkan lagi,” paparnya.
Berdasarkan komunikasi yang disampaikan Jimmy, bahwa para penghuni asrama merasa diperlakukan tidak adil, perihal kejadian bendera merah putih jauh di selokan. Dimana sampai saat ini belum diketahui siapa yang melakukan.
“Kan belum ditemukan siapa yang melakukan. Apakah mereka atau ada orang yang memprovokasi mereka, itu yang tidak terungkap itu juga yang memicu kekecewaan di Papua,” tuturnya.












