Hal itu disampaikan Jimmy saat berada di depan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya. Ia dengan rekannya sempat turun dari mobil sesaat berhenti tepat depan pintu gerbang asrama. Namun di pintu gerbang asrama sudah bertuliskan penolakan.
Tidak menyerah, tampak Jimmy intens menggunakan telp genggamnya untuk bertelpon, yang diperkirakan berusaha untuk menghubungi salah satu penghuni, agar bisa bertemu dan bersapa. Namun keduanya tidak berhasil masuk. “Kami berkomunikasi langsung dengan mereka yang dari informasi yang disampaikan mereka itu merasa perlakuan tidak adil,” ujarnya, Rabu (21/8).
Meskipun hari ini tidak berhasil bertemu dengan penghuni asrama Kalasan, Jimmy akan terus berusaha agar bisa berkomunikasi dengan mereka. Pendekatan dengan cara cara adat, akan dilakukan.












