Desak menuturkan bahwa Pada Mei 2019, kenaikan nilai ekspor Jatim yang tertinggi ialah ke negara tujuan Tiongkok naik sebesar 38,74 persen, disusul oleh kenaikan ekspor ke negara tujuan Amerika Serikat naik sebesar 14,70 persen, nilai ekspor ke Jepang naik 14,24 persen.. “Selain itu, ekspor Jawa Timur ke Malaysia memiliki peranan sebesar 5,66 persen,” lanjutnya.
Dengan dibentuknya even ini, dapat memudahkan pengusaha Jawa Timur untuk meluaskan peredaran produknya keranah pasar internasional serta dapat memberikan kemudahan bagi pengusaha luar negeri, khususnya Malaysia, untuk mencari bahan baku produksi. Adanya kesamaan selera diantara Indonesia dan Malaysia mengenai produk-produk makanan dan minuman merupakan faktor yang mempengaruhi minat pengusaha Tawau, Sabah, Malaysia untuk membentuk kerja sama dengan pengusaha Jawa Timur.
Tak hanya itu, Kabid Perdaganagn Internasional, menaruh harapan terhadap pelaksanaan even ini. Karena even ini dapat membantu UMKM Jatim untuk meningkatkan orientasi ekspor.
Ekspor adalah kegiatan yang memfokuskan kegiatan ekonomi, namun, orientasi ekspor tidak hanya terfokus pada upaya Pemprov terhadap sektor ekspor UMKM. Orientasi ekpor dapat diartikan sebagai tantangan bagi UMKM untuk bersaing dengan produk impor sehingga dapat memacu UMKM untuk meningkatkan kualitas produk mereka agar kualitas produk UMKM dapat bersaing di pasar internasional. (wan/jnr/ryo/lai/p)











