Kadisperindag Jawa Timur, Drajat Irawan dalam sambutanya yang dicacakan oleh Kepada Bidang Perdagangan Internasional, Desak Nyoman Siksiawati mengatakan, Jawa Timur memiliki potensi cukup besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesa. Mulai dari potensi budaya dampai dengan kekayaan alam.
Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan pada tahun sebesar 5,50 persen dengan produk Domistik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp 2.199,78 triliun. “Besaran pertumbuh ini menunjukan bahwa Jawa Timur salah satu tulang punggung perekonomian nasional,” ujar Desak.
Struktur PDRB tersebut bertumpu pada tiga hal sektor untama yaitu sektor industri pengolahan menjadi sektor yang paling dominan dengan kontribusi 29,53 persen. Selanjutnta sektor perdagangan dengan kontribusi 17,57 persen dan berikutnya sektor pertanian dengan kontribusi 17,97 persen.
Berdasarkan kinerja perekonomian, Provinsi Jawa Timur telah bergeser menjadi Provinsi industri yang inklusif, dimana sektor pertanian, industri dan perdagangan saling bersinergi.
Sementara ekspor nonmigas Jawa Timur pada periode Mei 2019 sebesar 1,8 miliar dollar AS. Apabila dibandingkan dengan dengan periode April 2019 sebesa Rp 1,5 muliar dollar AS, maka realisasi ekspor non migas tersebut mengalami peningkatan 1,30 persen peningkatan tersebut disebabkan adanya kenaikan ekspor nonmigas sebesar 1,72 miliar dollar AS atau naik 16,59 persen.











