Sementara itu, Haedar dalam sambutannya mengatakan kerja sama ini membuka pintu amal bagi warga Muhammadiyah untuk ikut serta dalam pencegahan dan pendidikan antikorupsi di Indonesia. Dia mengajak semua pihak bekerja sama mencegah korupsi.
“Muhammadiyah mengajak kepada sebanyak-banyaknya masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam memberantas korupsi dan mencegah korupsi,” kata Haedar.
Dia mengatakan saat ini Indonesia masih rawan korupsi. Hal itu, kata Haedar membuat ada resistensi atau penolakan terhadap KPK.
“Ini menjadi semangat mewujudkan Indonesia tanpa korupsi. Masih banyak kerawanan korupsi dari eksekutif, yudikatif, legislatif, TNI, Polri, dan itu yang menjadikan adanya resistansi terhadap KPK,” imbuh Haedar.












