
Surabaya, cakrawalanews.co – Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kota Surabaya mendukung pengembangan kurikulum antikorupsi di sekolah-sekolah yang ada di Kota Pahlawan, Jawa Timur, yang dilakukan secara holistik sebagai upaya pencegahan dini adanya praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.
“Antikorupsi tidak boleh sekadar diajarkan, tapi dididikkan melalui pendidikan formal di sekolah, maupun secara informal di keluarga dan masyarakat,” kata Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri di Surabaya, Senin.15/7
Namun, lanjut dia, diperlukan juga pengembangan kurikulum antikorupsi yang holistik, tidak hanya menyentuh pada ranah kognitif siswa, tetapi harus sampai menjangkau ranah afektif mereka.
Menurutnya, siswa perlu dibekali penguasaan dasar mengenai berbagai ketentuan hukum seputar korupsi dan bagaimana mengantisipasi potensi korupsi serta menyikapi tindakan koruptif yang dijumpainya di kehidupan riil.











