“Penanganan bencana juga terkendala gempa susulan yang masih terjadi beberapa kali. Hingga Senin pukul 07.00 WIB, telah terjadi 65 kali gempa susulan dan 28 kali yang dirasakan,” tuturnya.
Agus mengatakan masyarakat di sekitar pesisir pantai masih mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi. Memang sempat dilaporkan terjadi tsunami, tetapi dengan gelombang hanya setinggi 10 centimeter hingga 20 centimeter karena pusat gempa terjadi di darat.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan telah menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari yang akan berakhir pada Minggu (21/7)
Kabupaten Halmahera Selatan diguncang gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter pada kedalaman 10 kilometer di 62 kilometer Timur Laut Labuha, Maluku Utara.












