Cakrawala JatimCakrawala NasionalCakrawala SurabayaHeadline

Kejurprov Loncat Indah Jatim 2026 Soroti Ketimpangan Pembinaan, Sektor Putri Jadi Catatan

×

Kejurprov Loncat Indah Jatim 2026 Soroti Ketimpangan Pembinaan, Sektor Putri Jadi Catatan

Sebarkan artikel ini
Kejurprov Loncat Indah Jatim 2026
Kejurprov Loncat Indah Jatim 2026

Surabaya – Cakrawalanews.co | Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Loncat Indah Jawa Timur 2026 tak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga membuka persoalan lama: ketimpangan kualitas pembinaan, terutama di sektor putri di sejumlah daerah.

Ajang yang digelar pada 18–19 April 2026 di Kolam Renang Primalaras, Surabaya ini menjadi tolok ukur perkembangan atlet pasca Porprov Jatim 2025, sekaligus menguji sejauh mana keseriusan daerah dalam membangun regenerasi atlet secara berkelanjutan.

Pelatih Tim Loncat Indah Jawa Timur, Ronaldy Herbintoro, menyebut masih ada kesenjangan mencolok antara atlet junior dan senior yang perlu segera diatasi melalui pembinaan yang lebih merata.

“Terutama di nomor putri, yang di beberapa daerah masih belum berkembang optimal,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menegaskan, Kejurprov tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai sarana evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan di daerah. Melalui ajang ini, pelatih dan pengurus dapat melihat langsung perkembangan atlet serta efektivitas program latihan yang telah dijalankan.

Dari sisi partisipasi, hingga saat ini sekitar 10 daerah telah mendaftarkan diri dari target 15 daerah peserta. Kondisi ini menunjukkan minat daerah cukup tinggi, meski kualitas pembinaan dinilai belum merata.

Ronaldy menilai, ketimpangan tersebut terlihat dari perbedaan performa atlet di berbagai daerah, khususnya pada sektor putri yang masih membutuhkan perhatian lebih dalam hal pelatihan, fasilitas, maupun pendampingan teknis.

Dalam Kejurprov ini, panitia akan mempertandingkan total 36 nomor lomba yang mencakup berbagai kategori. Nomor yang dilombakan meliputi papan 1 meter, papan 3 meter, serta nomor menara dengan ketinggian mulai dari 5 meter, 7,5 meter hingga 10 meter.

Kategori pertandingan dibagi dalam kelompok terbuka, kelompok umur (KU A, KU B, KU C, dan KU D), serta kelompok pemula. Untuk kelompok umur, KU A diperuntukkan bagi atlet usia 16–18 tahun, KU B usia 14–15 tahun, KU C usia 12–13 tahun, dan KU D untuk usia hingga 11 tahun.

Sementara itu, kategori pemula ditujukan bagi atlet usia maksimal 15 tahun yang belum memiliki pengalaman di kejuaraan tingkat tinggi. Pada kategori ini, nomor yang dilombakan antara lain loncatan dari tepi kolam, menara 0,5 meter, serta papan 1 meter sebagai tahap awal pengenalan kompetisi.

Seluruh nomor dipertandingkan untuk kategori putra dan putri, sehingga memberikan kesempatan yang sama bagi atlet dari berbagai daerah untuk berpartisipasi dan mengembangkan kemampuan.

Panitia memperkirakan jumlah peserta akan mencapai sekitar 70 hingga 80 atlet. Angka ini masih berpotensi bertambah seiring masih dibukanya pendaftaran menjelang pelaksanaan kejuaraan.

Melalui Kejurprov ini, diharapkan tidak hanya lahir atlet berprestasi, tetapi juga mendorong daerah untuk memperbaiki sistem pembinaan yang masih timpang. Ajang ini sekaligus menjadi indikator awal dalam melihat kesiapan atlet menuju level kompetisi yang lebih tinggi.

Kejurprov bersama Porprov kini menjadi bagian penting dalam siklus pembinaan olahraga loncat indah di Jawa Timur. Keduanya berperan sebagai ruang kompetisi dan evaluasi yang saling melengkapi dalam mendorong peningkatan kualitas atlet secara menyeluruh.

Dengan adanya kesinambungan antara Kejurprov dan Porprov, diharapkan daerah mampu menutup celah kualitas antar atlet, khususnya dalam sektor yang masih tertinggal, serta memperkuat daya saing Jawa Timur di tingkat nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *