“Adanya penetapan tanggap darurat gempa itu akan menjadi dasar bagi BPBD Malut untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa di sana,” kata Sekretaris BPBD Maluku Utara, Ali Yau.
Ia menyatakan, Halmahera Selatan memenuhi syarat untuk menyatakan status tanggap darurat bencana karena gempa Minggu telah menimbulkan dampak yang cukup besar di sebagian wilayahnya, Gane Barat dan Gane Timur, yang paling dekat dengan pusat gempa di timur laut Labuha, ibu kota kabupaten.
Ali juga mengatakan, BPBD Maluku Utara sejak tadi malam sudah menurunkan tim ke Saketa, Kecamatan Gane Barat, untuk memantau dampak gempa dan membantu warga sambil menunggu penetapan status tanggap darurat bencana untuk menyalurkan bantuan logistik.
BPBD Maluku Utara belum menerima laporan terperinci mengenai dampak gempa Minggu. BPBD Halmahera Selatan juga baru Senin pagi turun ke daerah terdampak gempa untuk melakukan pendataan. Namun, menurut keterangan warga, gempa menimbulkan korban dan kerusakan di Gane Barat dan Gane Timur.
Warga daerah pesisir Halmahera Selatan hingga Senin pagi sebagian juga masih bertahan di lokasi pengungsian di daerah ketinggian karena khawatir akan terjadi tsunami.
“Khusus kepada warga yang mengungsi di daerah ketinggian, kami imbau untuk kembali ke rumah karena gempa kemarin dan gempa susulan yang masih terjadi sesuai informasi dari BMKG tidak akan menimbulkan tsunami,” kata Ali.(dtc/ara/ziz)












