Pak RT: Kita All Out Bantu Renovasi Rumah mbah Kasi
Sementara Babinsa Tondomulo, Sertu Andi, memastikan renovasi dirumah ibu Kasi akan segera dilakukan. Terlebih lagi, rumah tersebut duduk diposisi rangking teratas, rumah paling parah dalam daftar agenda renovasi RTLH
Menurut keterangan salah satu warga, rumah tersebut terlihat cukup “sintrung”. Hal itu bukan disebabkan adanya “makhluk astral” disekitar rumah itu, namun lebih karena kondisi bangunan yang rusak parah ditambah penerangan “minimalis” disekitarnya.
Dinding rumah maupun bagian atapnya, sudah masuk kategori tidak layak huni. Kayu-kayu dalam struktur bangunan sudah dalam kondisi lapuk dimakan usia, dan kondisi genteng terlihat banyak yang pecah.
Sementara dari penjelasan Ketua RT, Ngairun, bila hujan tiba, rumah ibu Kasi tak ubahnya seperti air terjun buatan didalam rumah. Sayangnya, air terjun buatan itu bukan karena bagian “design rumah bergenre kontemporer”, namun disebabkan mayoritas gentengnya pecah atau retak.
Akibat air hujan yang masuk kedalam rumah, banyak kayu-kayu penyangga atap menjadi lapuk oleh air yang mekewatinya. Demikian juga dinding rumah, banyak yang terlihat keropos.
“Kalau hujan, beliau ini selalu sibuk kesana kemari. Harap maklum, beliau hidup seorang diri, sudah tujuh tahun ditinggal suaminya,” jelas Ngairun.
Terkait renovasi RTLH, Ngairun sangat mendukung adanya agenda ini, dan ia bersama warga sekitar sepakat membantu pelaksanaan renovasi tersebut.
“Kita akan all out bantu renovasi beliau. Sudah sewajarnya kita bantu warga yang kesulitan. Saat ini waktu yang tepat, bersama bapak-bapak tentara, kita bekerjasama menyelesaikan renovasi rumah beliau,” kata Ngairun.












