“Tadi pagi kami mengirim lima konselor dan psikolog untuk melakukan pendampingan mereka,” kata Candra Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP5A) Surabaya.
Menurut Candra, pendampingan kepada anak-anak itu yang paling penting terlebih dahulu adalah bagaimana mengembalikan keceriaan mereka seperti layaknya anak-anak pada umumnya. Salah satu caranya dengan mengajak ngobrol dan mengajak bermain supaya jiwa anak-anaknya bisa kembali ceria dan gembira.
“Jadi, tim ini melakukan pendampingan penguatan kepada anak-anak, sehingga mereka kembali ceria,” katanya.
Candra juga menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, ada sekitar 15-16 anak yang terkena dampak kebakaran itu. Namun, pada saat bermain tadi pagi, ada anak-anak penjual buku di Kampung Ilmu yang ikut bermain, sehingga mereka membaur dan bermain bersama-sama.












