Dwi bersama warga lain pun harus membawa air dalam jerigen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jalan setapak serta beratnya beban air dalam jerigen menjadi teman dalam perjalanan mencari air.
Menurutnya, kekeringan pasti terjadi di desanya ketika memasuki musim kemarau. Fenomena ini terjadi sejak puluhan tahun silam.
“Sumber air yang di desa lain ini bisa mencukupi kebutuhan air 41 KK,” jelas dia.
Dwi menambahkan, guna menghemat air, warga desa pun terpaksa mengurangi pemakaian air. Sperti mandi, mencuci pakaian serta memasak.



