Kerugian tersebut karena penjualan hasil panen cengkih belum dapat menutup tingginya biaya perawatan tanaman dan biaya petik yang ada.
Selain harga jatuh, petani juga dipusingkan dengan serangan penyakit pada pohon cengkih akibat virus. Tanaman yang terserang menjadi kering, tidak berbunga, dan lama kelamaan mati.
Sisi lain, pemerintah belum menetapkan harga standar dari komoditas cengkih. Sehingga harga dengan mudah dipermainkan oleh pasar ataupun pedagang tengkulak.
Menanggapi kondisi tersebut, Kasi Perkebunan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun M Yasin mengatakan kondisi harga yang anjlok disebabkan stok cengkih di pasaran yang melimpah, seiring memasuki musim panen.












