Kepala Dusun Dua A, Abdul Rahim mengaku warga semakin resah dan berharap agar pabrik ini tidak beroperasi lagi.
“Kalau tak salah ini pabrik namanya Forstar. Tapi tak tahu lag, kan tak ada plangnya. Ada empat orang pemiliknya. Pabrik mulai beroperasi sekitar pukul 08.00 WIB – 17.00 WIB, tak ada sampai malam. Ini tadi pas kejadian belum ada lah yang kerja,” katanya.
Hingga saat ini, lokasi kebakaran masih menjadi tontonan warga. Beberapa mobil pemadam kebakaran juga masih berupaya mematikan api yang masih menyala. Dari pantauan di lapangan, tidak ditemukan plang nama pabrik. Beberapa orang yang diduga merupakan pekerjanya pun enggan diwawancarai. Hingga kini, belum ada dari pihak kepolisian yang memberikan keterangan.kcm/ziz)











