“Dari 28 SPBU yang ditera ulang sejak awal Juni kemarin, tidak terdapat adanya indikasi kecurangan, hanya saja ada 1 pompa bensin yang rusak, sehingga takaran BBM-nya tidak sesuai dengan regulasi yang ditetapkan,” ujarnya krpasda media, di Sumenep, Selasa (25/06).
Sementara Muhtar salah satu pengelola SPBU di Sumenep menyatakan, dirinya sangat senang dengan adanya UPT Metrologi, karena pada tahun-tahun sebelumnya pihaknya harus mendatangkan dari UPT Metrologi Jawa Timur dan harus antri dengan seluruh SPBU yang ada di Jatim.



