“Penyelesaian dengan memfokuskan pada titik penyebaran diharapkan dapat mengurangi potensi penyebaran penderitanya. Ini harus fokus dan tuntas,” pungkas politisi Partai Demokrat dari daerah pemilihan Jatim 9 yang meliputi Pacitan dan empat kabupaten sekitarnya tersebut.
Sementara itu Kadinkes Jatim, dr. Kohar mengatakan pemerintah telah melakukan langkah preventif dan juga penindakan kepada ratusan pasien tersebut.
Berdasarkan penjelasan Kohar, hingga, Sabtu (22/6) malam, jumlah pasien terduga Hepatitis A mencapai 429 orang yang tersebar di tiga kecamatan di Pacitan. Yakni, Sudimoro, Ngadirojo, dan Tulakan. “Angkanya masih terus bergerak. Terbanyak, ada di Kecamatan Sudimoro,” katanya ditemui di DPRD Jatim.
Menyikapi meningkatnya kasus Hepatitis A tersebut, Dinkes Prov Jatim telah hadir dengan mendampingi Dinkes Kab Pacitan. Selama pendampingan, pihaknya melakukan pembimbingan langsung terkait tata laksana pasien, surveilans, dan pengendalian risiko penularan.
“Langkah pengendalian yang butuh dilakukan kita akronimkan menjadi TaSPen. Ini merupakan kepanjangan dari Tata Laksana pasien, Surveilans yang intens, dan Pengendalian risiko infeks,”ujarnya.
Terkait tata laksana pasien, Dinkes mengingatkan tirah baring (bedrest) sampai ikterus negatif atau kadar bilirubin kurang dari 1 gram. Kemudian, diet bergizi tinggi dengan ditunjang obat supportif / roborantia.












